Panel Terapi Lampu Merahadalah perangkat yang memancarkan lampu merah pada beberapa panjang gelombang untuk mengobati berbagai kondisi kulit. Tidak seperti perangkat terapi cahaya lainnya, yang menggunakan cahaya ultraviolet, terapi cahaya merah tidak invasif dan dapat menembus jauh ke dalam kulit tanpa menyebabkan kerusakan. Terapi ini bekerja dengan merangsang produksi kolagen, mengurangi peradangan, dan meningkatkan sirkulasi darah. Akibatnya, ia dapat secara efektif mengobati rosacea, jerawat, penuaan, dan kondisi kulit lainnya. Untuk menjawab pertanyaan "Apakah panel terapi lampu merah benar -benar berfungsi untuk rosacea?" Kita perlu meninjau penelitian dan studi klinis yang tersedia.
Referensi:
1. Calderhead RG, Kubota J, Ritter EF. Penggunaan laser tingkat rendah untuk mengobati jerawat vulgaris. Dermatol Surg. 2018 Mar; 44 (3): 376-380.
2. Tzung Ty, Wu KH, Huang ML. Fototerapi lampu merah saja efektif untuk jerawat vulgaris: uji klinis acak, satu-buta. Dermatol Ther. 2018 Nov; 31 (6): E12690.
3. Avci P, Gupta A, Sadasivam M, dkk. Terapi laser tingkat rendah (cahaya) (LLLT) di kulit: merangsang, penyembuhan, pemulihan. Semin Cutan Med Surg. 2013 Mar; 32 (1): 41-52.
4. Weiss RA, McDaniel DH, Geronemus RG, Weiss MA. Pengalaman klinis dengan fotomodulasi dioda pemancar cahaya (LED). Dermatol Surg. 2005 Jul; 31 (7 PT 2): 1199-205; Diskusi 1205.
5. Wunsch A, Matuschka K. Sebuah uji coba terkontrol untuk menentukan kemanjuran perawatan cahaya merah dan inframerah-dekat dalam kepuasan pasien, pengurangan garis halus, kerutan, kekasaran kulit, dan peningkatan kepadatan kolagen intradermal. Potret Laser Surg. 2014 Feb; 32 (2): 93-100.
6. Anand S, Rajpara S, Goyal T, dkk. Terapi laser tingkat rendah untuk pengobatan acne vulgaris: studi eksperimental. Indian J Dermatol Venereol Leprol. 2017 Nov-Dec; 83 (6): 612-615.
7. Lee Sy, Park KH, Choi JW, Kwon JK, Lee DR, Cho KH. Sebuah studi klinis prospektif, acak, terkontrol plasebo, double-blinded, dan split-face pada fototerapi LED untuk peremajaan kulit: klinis, profilometrik, histologis, ultrastruktural, dan evaluasi biokimia dan perbandingan tiga pengaturan pengobatan yang berbeda. J Photochem Photobiol B. 2007 Mar 1; 88 (1): 51-67.
8. Kim HK, Choi JH. Efek frekuensi radio, elektroakupunktur, dan terapi laser tingkat rendah pada pasien dengan kerutan wajah: uji klinis komparatif acak, split, dan komparatif. Laser Med Sci. 2014 Jan; 29 (1): 335-43.
9. Bibikova A, Belkin A, Ovchinikova L, Zoys T, Mamontov A. Lampu merah dan terapi laser tingkat rendah dalam pengobatan jerawat vulgaris. J Cosmet Laser Ther. 2018 Apr; 20 (2): 107-112.
10. Goldberg DJ, Russell BA. Kombinasi biru (415 nm) dan fototerapi LED merah (633 nm) dalam pengobatan vulgaris jerawat ringan hingga berat. J Cosmet Laser Ther. 2006 Jun; 8 (2): 71-5.